Selasa, 29 November 2011

TUGAS PERILAKU ORGANISASI (pasca sarjana)


1.     Jelaskan pengertian organisasi sebagai sistem (Chester I. Banard), sebagai pola tata hubungan (Rensis Likert), dan sebagai proses terstruktur (Hebert G. Hick) ! Mengacu pengertian tersebut kemampuan apa saja yang perlu dimiliki oleh setiap orang yang ingin menjadi organisator ?

Menurut Chester I. barnard memberi pengertian organisasi sebagai suatu system daripada aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Menurut Hebert G. Hick organisasi-organisasi bersifat variabel”. Sesuatu organisasi dapat menjadi fokus sentral kehidupan seseorang atau ia mungkin hanya merupakan pelayannya untuk sementara waktu. Sebuah organisasi mungkin dapat besifat kaku, “dingin”, tanpa kepribadian, atau kadang-kadang dapat menghasilkan hubungan-hubungan luwes dan bermakna bagi para anggotanya.
Organisasi-organisasi Formal dan Informal

Kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin menjadi organisator  adalah :

2.     Sebutkan macam-macam komunikasi internal dalam organisasi! Berkait dengan hal tersebut, jelaskan apa yang di sebut :(a) Garis Komando, (b) Garis Koordinasi, (c) By Passing, (d) Koordinasi, (e) Koordinasi Vertikal dan koordinasi horizontal ?

Komunikasi internal dalam organisasi dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
a.       Komunikasi vertical
b.      Komunikasi horizontal
c.       Komunikasi diagonal
Deskripsi: garis komando adalha garis hirarki dari pimpionan suatu organisasi ke bawahan biasanya dilakukan untuk menyampaikan perintah ke bawahan. Garis  koordinasi adalah garis hierarki dalam suatu organisasi sebagai gambaran hubungan timbal balik managerial satu tingkatan . bypassing merupakan tindakan  alternative  “potong kompas” yang bias dilakukan dalam organisasi untuk memperoleh output optimal. Koordinasi adlah tindakan interaksi personal atau kelompok dalam suatu organisasi untuk merumuskan konsep atau tindakan. Koordinasi vertical adalh koordinasi yang dilakukakn antara pimpinan dan bawahan sedangkan koordinasi horozontal adalah interaksi yang dilakuikan antara teman sejawat atau teman sederajat dalam garis koordinasi.





3.     Jelaskan cara umum menyusun organisasi ! Dalam hubungan itu, apa yang dimaksud (a) Sistem Nomenklatur dan Titelatur, (b) Departementasi, (c) Span of Control, (d) Hierachie, (e) Formasi ?
Cara umum menyusun  organisasi:
Yang pertama harus dimiliki suatu organisasi adalah nilai & visi,nilai dan visi adalah suatu tujuan yang di akan digunakan sebagai target yang harus di capai oleh suatu organisasi.Jika nilai & visi organisasi tidak ada maka organisasi itu akan rusak,karna tidak memiliki tujuan yang jelas.
Yang kedua adalah misi,misi adalah hal-hal yang harus di lakukan untuk mencapai suatu visi(tujuan).Tanpa ada misi yang jelas Visi tidak akan pernah tercapai,maka dari itu visi dan misi sangat berkaitan satu sama lain.Jika tidak memiliki misi maka organisasi tidak akan pernah mencapai visi yang diinginkan bahkan mendekati pun tidak.
Yang ketiga adalah aturan,aturan adalah batasan-batasan yang harus dimiliki organisasi.Jika suatu organisasi tidak memiliki aturan yang jelas maka bisa terjadi penyimpangan yang dapat merugikan organisasi.Bahkan akan menimbulkan konflik kepentingan,dimana setiap anggotanya hanya menginginkan keuntungan individual.
Yang keempat adalah Profesionalisme,Profesionalisme adalah bagaimana cara organisasi itu bertindak.Suatu organisasi dapat berhasil jika memiliki sikap dan sifat profesionalisme.Karna dengan sikap profesional organisasi tersebut akan memiliki citra baik di mata orang lain,dan akan menimbulkan rasa percaya dari klien dan juga rekan-rekan organisasi tersebut.
Yang kelima adalah Insentif,insentif adalah bonus atau hadiah.Intensif sangat di butuhkan oleh anggota dari suatu organisasi bila dia melakukan tugas dengan sangat baik.
Yang keenam adalah Sumber Daya,Jika suatu organisasi kehilangan sumber daya maka organisasi tersebut tidak akan bisa bergerak dengan baik.Bisa di bilang sumber daya bagaikan supply oksigen bagi kelangsungan hidup manusia,tapi sumber daya juga bisa di cari penggantinya.Jika tidak di temukan lagi sumber daya maka organisasi tersebut akan frustasi.
Yang ketujuh adalah Rencana Kerja,rencana kerja merupakan susunan kegiatan yang akan dilakukan oleh suatu organisasi.Karna bila tidak ada susunan kegiatan yang pasti dari sebuah organisasi.



4.  Sebutkan Tolok ukur efektivitas organisasi menurut Amitai Etzioni, dan menurut Robert Tannenbaum, Jelaskan ! Sebutkan juga ciri-ciri organisasi yang sakit (stress) menurut Tannenbaum, dan ciri-ciri organisasi yang sehat menurut Frederick Herzberg !


Tannenbaum (1969:82) berpendapat lebih lanjut bahwa efektivitas organisasi adalah tingkat sejauh mana suatu organisasi yang merupakan sistem sosial, dengan segala sumber daya dan sarana tertentu yang tersedia memenuhi tujuan-tujuannya tanpa pemborosan dengan menghindari ketegangan yang tidak perlu diantara anggota-anggotanya.

Pendapat Emitai Etzioni yang dikutip Adam I. Indrawijaya (2000:227) mengemukakan pendekatan pengukuran efektivitas organisasi yang disebutnya SYSTEM MODEL, mencakup empat kriteria, yaitu adaptasi, integrasi, motivasi, dan produksi.







Ciri organisasi yang sehat:

1.       Organisasi harus memiliki anggota yang jelas identitas dan kuantitasnya
2.       Organisasi harus memiliki pula identitas yang jelas tentang keberadaannya dalam masyarakat
3.       Organisasi harus memiliki pemimpin serta susunan manajemen yang juga jelas pembagian tugasnya;
4.       Dalam setiap aktivitas organisasi harus mengacu pada manajemen yang sehat;
5.       Organisasi harus mendapat tempat di hati masyarakat sekitarnya;

Ciri organisasi yang sakit:
1. Komponen ( atasan dan bawahan) kurang berparan jelas
2. Tidak adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
3. Tidak adanya tujuan  yang jelas
4. Sasaran  tidak terfokus dengan baik
5. Tidak adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
6. Pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas  tidak tepat.




5. Apakah Perilaku Sosial itu ? Perilaku sosial bagaimana yang perlu dikembangkan dalam organisasi , agar tercapai keompakan (cohesiveness) para anggotanya ?Apa hubungan kekompkakan organisasi dengan produktivitas kerja para anggota, menurut hasil penelitan Stanley E. Seashore ?

Perilaku adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respon, serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung (Sunaryo, 2004). Perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi atau disebut rangsangan. Rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu

Beberapa langkah dalam upaya membina kekompakan anggota dalam suatu Organisasi antara lain:
Rasa Persamaan visi misi
Dalam organisasi sangatlah diperlukan adanya visi dan misi yang jelas, sehingga anggota dengan sendirinya akan dipersatukan oleh visi dan misi itu sendiri, bagaimanapun juga visi dan misi dalam sebuah organisasi adalah pondasi utama yang sangat menentukan kelanggengan organisasi di masa yang akan datang. Jika dalam individu anggota sudah memilki visi misi yang sama, maka akan sangat mudah untuk dipersatukannya.


Rasa Saling Percaya
Sebuah kesalahpahaman atau missunderstamding antar anggota sering terjadi dalam perjalanan suatu organisasi, Hal ini dapat diatasi jika terlahir sebuah proses keterbukaan dan saling mempercayai sesama anggota sehingga akan membentuk suatu hubungan kekompakan anggota,
Rasa Kerjasama, komunikasi dan konflik
Keharmonisan dalam berorganisasi tentunya sangat erat ketergantungannya dengan jiwa kerjasama, komunikasi dan konflik. Segalanya memang perlu pembiasaan, jika ingin memiiki anggota yang kompak, maka asas bekerjasama harus terus dibakar dalam tiap individu anggota, jangan pernah melihat kadar berat ringannya perbuatan tersebut, karena bagaimanapun juga dalam kehidupan berorganisasi segalanya harus dipikul bersama, meskipun sejatinya perkara tersebut bisa dilaksanakan sendiri. Begitu pula dalam komunikasi sesama anggota juga sangat dibutuhkan, jiwa kebersaaan akan tumbuh subur dalam individu anggota jika komunikasai terus berjalan. Lain halnya dalam memandang konflik biasanya semua orang selalu memakai kacamata negative, seolah-olah dalam konflik itu tidak akan menghasilkan sisi positif, padahal jika para anggota terlebih lagi pemimpinnya mampu mengemas konfik itu dengan kemasan yang baik, maka konflik tersebut bukan akan mendatangkan keretakan, namun sebaliknya ; mempererat persatuan dan membina kekompakan.

Berdasarkan penelitian “Stanley E. Seashore” didapati hubungan kekompakan dengan produktifitas kerja :
a. Dalam organisasi yang kompak produktifitas individual akan meningkat.
b. Dalam organisasi yang kompak produktifitas kerja kelompok akan meningkat jika perilaku pimipinan mendukung/menunjang. (*Perilaku Kerja : “perilaku sesorang didalam menjalankan pekerjaan yang dibebankan kepadanya”).
6. Apakah managemen conflict itu?
Definisi Manajemen Konflik
Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi. Bagi pihak luar (di luar yang berkonflik) sebagai pihak ketiga, yang diperlukannya adalah informasi yang akurat tentang situasi konflik. Hal ini karena komunikasi efektif di antara pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga.
Menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif. Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi (termasuk perilaku) para pelaku dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan penafsiran terhadap konflik.
Upaya yang dapat dilakukan dalam managemen konflik:
  • Pencegahan Konflik, bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang keras.
  • Penyelesaian Konflik, bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui persetujuan damai.
  • Pengelolaan Konflik, bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan perilaku positif bagi pihak-pihak yang terlibat.
  • Resolusi Konflik, menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan.
Sementara Minnery (1980:220) menyatakan bahwa manajemen konflik merupakan proses, sama halnya dengan perencanaan kota merupakan proses. Minnery (1980:220) juga berpendapat bahwa proses manajemen konflik perencanaan kota merupakan bagian yang rasional dan bersifat iteratif, artinya bahwa pendekatan model manajemen konflik perencanaan kota secara terus menerus mengalami penyempurnaan sampai mencapai model yang representatif dan ideal.
               
               
7.       Memimpin adalah menghandle, memanage, dan mengoordinasi bawahan agar terjalin suatu proses yang maksimal dan tujuan yang optimal dapat diraih.

Salah satu dari teori Kepemimpinan itu sendiri menurut George R Terry dikatakan suatu kepemimpinan aadalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang guna mencapai tujuan organisasi (Leadership is activities for influcencing the others to obtain the organization objectivities). Kepemimpinan sangat berperan dalam pencapaian suatu tujuan dalam suatu perusahaan/lembaga atau pun organisasi. Kepemimpinan yang bertanggung jawab dapat membawa perusahaan/lembaga atau organisasi maju dan berkembang.

Menurut John R.P. French dan Bertram Raven, kewibawaan bersumber pada reward, referent dan expert


8. Ada beberapa pengertian mengenai Pengambangan Organisasi, yaitu:
  1. Pengembangan Organisasi merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi
  2. Pengembangan Organisasi merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi
  3. Pengembangan Organisasi lebih menekankan pada sistem sebagai sasaran perubahan
  4. Pengembangan Organisasi meliputi perubahan yang sengaja direncanakan

TUJUAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
  1. Menciptakan keharmonisan hubungan kejra antara pimpinan dengan staf anggota organisasi
  2. Menciptakan kemampuan memecahkan persoalan organisasi secara lebih terbuka
  3. Menciptakan keterbukaan dalam berkomunikasi
  4. Merupakan semangat
  1. kerja para anggota organisasi dan kemampuan mengendalikan diri


Usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk mengembangkan organisasi:
  1. Latihan Kepekaan (sensitivity taining); Merupakan teknik pengembangan yang pertama diperkenalkan dan ayang dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group. Dalam kelompok kelomok T (singkatan training) yang masing masing terdiri atas 6 – 10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta meningkatkan kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta ketrampilan dalam hubunga antar-pribadi.
  2. Kisi Pengembangan Organisas; Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun aspek produksi.
  3. Survai Umpan Balik; Tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka). Hasil surveini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.
  4. Konsultasi Proses; Dalam Process consultation, konsultan pengembangan organisasi mengamati komunikasi, pola pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, metode kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses yang telah diamatinya, serta menganjurkan tindakan koreksi.
  5. Pembentukan Tim; Adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik tim building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.
  6. Transcational Analysis (TA); TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.
  7. Intergroup Activities; Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok , yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi. Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan tersebut.
  8. Third-party Peacemaking;Dalam menerapkan teknik ini, konsultan pengembangan organisasi berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar