Kamis, 16 April 2026

PENTIGRAF JEMBATAN MERAH DAN KAMU

JEMBATAN MERAH DAN KAMU

DKx

 

Lagu: Aku menunggumu (Chrisye)

 

 

 

Aku baca surat ini berulang-ulang, tidak tahu dari siapa, isinya ngajak ketemuan di jembatan merah, jam lima sore sendirian. Aku disarankan teman supaya datang saja karena di jembatan merah kalau sore pasti ramai katanya. Usulannya aku terima, niat kuat ada di hati untuk bertemu di jembatan merah peninggalan masa lalu. 

Satu hari berlalu, hari ini adalah waktu yang dijanjikan di surat itu untuk bertemu, aku pakai jaket agak tebal karena cuaca dingin. Bergegas aku berjalan sampai ke tepi jembatan. Terlihat riak air sungai berpendar jingga bersama resah hati yang aku miliki.  Aku berusaha cari tahu yang kirim surat itu, setengah jam berlalu sampaikuhadirkan sebuah tanya untukmu harus berapa lama aku menunggumu? aku menunggumu aku coba duduk di tepi jembatan sambil memandang ujung sungai dimataku.

Tak lama teman sekelasku datang dan menegurku ramah, dia juga menanyakan keberadaanku di jembatan itu. Aku berusaha bersikap baik dan percaya diri aku tanyakan juga keberadaannya di jembatan itu sambil memandang wajah cantiknya. Dia bilang sedang janjian dengan cowok di jembatan merah, dan gak yakin cowok itu bakal datang katanya, tapi ternyata cowok itu ada di depanya sekarang. Sambil senyum simpul membekas manis di raut wajahnya dia bicara itu, kemudian dia berikan secarik kertas yang isinya sama persis dengan surat yang aku terima satu hari yang lalu. Tentu sangat mengejutkan aku, jauh sekali dari perkiraan, raga cantik berbalut kerinduan yang jadi pujaan banyak orang, hadir di hadapanku.

“Aku harap kita bisa menikmati sore di jembatan ini setiap akhir pekan” senyum dia memandangku.

PENTIGRAF JEJAK KEKASIH

JEJAK KEKASIH

DKx

Lagu: Kenangan terindah (Samson)

Hari-hari berlalu tanpa permisi pergi meninggalkan semua harapan yang aku miliki. Seperti dia yang pergi begitu saja, sempurna sisakan kenangan abadi di seluruh isi kepala dan hati. Namun takkan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupmu Yang t'lah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah. Entah mengapa harapku terlalu besar, rasanya tak ingin lepas, tak ingin ditinggalkan, tak ingin berakhir. Dia begitu sempurna buatku sehingga setiap sentuhan dan ucapan kata dari bibirnya jadi persembahan di altar-altar hati.

Sore ini sengaja aku habiskan bersama pekat kopi dalam cangkir porselene, aku duduk di bangku kayu di halaman belakang rumah. Sambil melihat beberapa orang wanita yang sedang berbincang asik di pinggir kebun. Salah satunya kekasihku dulu, dia masih cantik seperti saat kami masih bersama.

Sangat manusiawi seperti halnya kebanyakan orang seandainya bertemu atau melihat mantan kekasih,  mungkin akan jadi hal baru yang memaksa fikiran masa lalu hadir saat ini. Itu yang aku takutkan karena akan sangat sakit sekali saat mengenang semuanya. Apalagi saat bersama dulu kami begitu saling memperhatikan. Tak lepas satu hari pun selalu sampaikan kata-kata indah di telinga. Ketakutanku semakin menjadi saat dia  berdiri dan menyibakan rambutnya sambil melihat ke arahku. Matanya sayu indah tak bertepi sambil menahan senyum simpul di bibirnya. Jantungku semakin berdegup kencang memompa darah yang mengalir di tubuhku. Aku tidak mau mengulang rasa ini aku takut jejak rasa itu tidak akan hilang. Lekas aku berdiri dari kursi kayu ku usap wajah  agar aku sadar  semua ini hanya khayalanku saja, karena aku tidak mengenali wanita itu.